Jumat, 13 Juli 2012
6 Alasan Cewek Kenapa Menjadi Lesbian
Kebanyakan perempuan umumnya mendapat pengalaman seksual dengan sesama jenis satu atau dua kali dalam hidup mereka. Tetapi mereka tidak menganggap diri mereka lesbian, hanya ingin tahu saja,” ujar Suzi Godson, pakar seks dan hubungan di The Times dan penulis The Sex Book. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa perempuan ingin bereksperimen dengan perempuan lain:
1. Untuk merasakan sesuatu yang berbeda
Hal ini cenderung sulit dijelaskan karena sering kali bukan ketertarikan seksual yang dirasakan. Ketika melihat perempuan lain yang cantik, pintar, dan wangi, seperti apa ya rasanya berdekatan dengan dia? Mengapa pria begitu terobsesi dengan payudara perempuan? Apa yang dirasakannya saat bersentuhan dengan titik sensitif perempuan tersebut? Apabila perempuan bisa mengagumi keindahan tubuh perempuan lain, bukankah itu berarti lebih mudah pula memberikan dan merasakan sentuhannya?
2. Nyambung secara emosional dan verbal
Tentu Anda tahu bahwa pria sering kali sulit memahami wanita. Oleh karena itu, eksperimen dengan sesama perempuan sering kali berangkat dari kemampuan perempuan saling memahami bahasa verbal mereka. Perempuan bisa terbuka dan berbicara sejujur-jujurnya. Bukankah sebenarnya ini kunci dari hubungan seks yang baik?
3. Mengobati sakit hati
Ketika baru berpisah dengan pasangannya, perempuan tentu tetap merasakan saat-saat horny. Selain sedang tak punya pasangan (pria), perempuan mungkin juga sedang tak ingin terlibat dengan pria. Maka, ia pun akan mencoba melakukannya bersama sesama perempuan, entah itu teman lama atau teman yang baru dikenal. Bagaimanapun juga, dalam seks juga ada unsur kehangatan yang didapatkan sehingga perempuan merasa didampingi seseorang yang berpihak kepadanya.
4. Lebih lembut
Perempuan memiliki bibir yang lebih lembut dan mencium dengan lembut pula. Hal ini yang membedakan dengan pria. Ketika merasa bernafsu, pria cenderung mencium terlalu “bersemangat”. Mereka juga selalu melibatkan air liur terlalu banyak saat mencium.
5. Perempuan lebih pintar seks oral
Pria sering kali tidak tahu mana bagian yang menyenangkan untuk disentuh, terutama di area vagina. Perempuan, di pihak lain, tentu tahu hal ini dan tahu bagaimana menyenangkan perempuan lainnya saat bereksperimen dengan seks oral. Lagi pula, tidak ada kumis yang baru dicukur sehingga terasa kasar saat menyentuh area tersebut.
6. Tidak jorok
Perempuan senang melakukannya di tempat yang bersih, dengan seprai yang baru diganti. Ketika ingin buang angin, perempuan tentu akan keluar dari kamar atau setidaknya menyingkir. Pria justru sebaliknya, cenderung buang angin sembarangan dan menganggapnya lucu.
Perempuan Penggoda dan Lelaki Penggoda
“Memang berat jadi laki-laki. Kalau digodain perempuan, suka banyak nggak teganya. Suka susah nolaknya. Apalagi kalau perempuan itu pakai trik minta tolong, wajah memelas, atau kata-kata lembut nan manis.
Beda kalau perempuan yang digoda. Tak suka, tinggal tendang aja. Kalau laki-laki penggoda nekat, tinggal teriak, pasti banyak yang nolong. Kalau laki-laki digoda perempuan nekat, masak mau teriak-teriak?”
“Sejarah mencatat adanya laki-laki yang tegas menolak godaan perempuan.Dua diantaranya, Yusuf yang lebih memilih penjara, dan Al Miski yang melumuri sekujur tubuhnya dengan tinja. Murka-Nya jauh lebih mereka takuti ketimbang sekedar ‘menyakiti hati’ atau ‘mengecewakan harapan’ perempuan”
Kedua paragraf ditulis oleh Jazimah Al Muhyi salah satu tim penulis buku “Karenamu aku cemburu: Curahan Hati Seorang Istri” berbarengan sama Mbak Asma Nadia, dkk..
Hmm aku tertarik banget tuh sama 2 paragraf di atas.. So, ada dua jenis pelaku dalam hal ini. Yaitu Perempuan Penggoda dan Laki-Laki tergoda..
Coz selama ini yang kita dengar adalah Laki-laki Penggoda dan Perempuan Teraniaya oleh godaan tersebut.. Dimana-mana didengungkan pelecehan terhadap wanita, tapi tidak pernah terdengar forum yang membantu laki-laki dari godaan wanita…
Emang dipikir2 kasihan juga para kaum laki-laki… Setiap ada kejadian misalnya perkosaan, pasti yang disalahkan dan lebih dijelek-jelekan adalah laki-lakinya. Padahal bisa saja kalau dirunut dari awal yang seharusnya lebih disalahkan adalah wanitanya. Misalnya si wanita itu dengan ‘tidak sengaja’ membuat laki-laki itu kalap dengan serba mininya baju yang dikenakannya. Terlepas dari sama-sama salahnya keduanya…
Hmmm hanya sedikit mau membuka pikiran memang semuanya tergantung dari akhlak. Tidak selalu perempuan adalah makhluk yang benar-benar mau menjaga diri dari godaan kaum laki-laki.
Bahkan terkadang KAUM LAKI-LAKI yang BENAR-BENAR HARUS MENJAGA DIRI DARI KAUM PEREMPUAN..
Jadi inget juga kata-katanya Agnes Monica waktu gembar gembor RUU Anti Pornografi. Kira-kira dDia bilang,
“Seharusnya yang malu tuh Laki-Lakinya. Ketauan kan yang gak bisa jaga pikiran itu laki-laki!!”
Intinya si Agnes menyalahkan kaum laki-laki yang tidak tahan melihat perempuan yang mengenakan pakaian2 “tertentu”..
Ada beberapa temen cowokku yang juga menanyakan dan menyatakan, “Abis mau gimana lagi coba, ngeliat para wanita bertebaran dimana-mana dengan pakaian dan perilaku yang seperti itu???”
Hmm waktu itu jawabanku hanya satu “Itu namanya ujian. Dan yang harus dilakukan cuman meningkatkan keimanan aja”…
Aku juga mikir, ya zamannya udah seperti ini… zaman yang kalo kata film “Kiamat Sudah Dekat”.. Jadi menurutku emang kayaknya susah untuk mengubah hal itu… Yang tersisa adalah hanya kemauan dan tekad dari dalam diri kita apakah kita mau jadi bagian dari tanda-tanda “Kiamat Sudah Dekat” atau mau jadi bagian dari tanda-tanda “Kebangkitan semakin dekat”
Memang bisa aja ada cara yang lebih berani. Misalnya kalo ketemu cewek yang pake baju begitu-begitu. Ya diingetin aje… Tapi, terus terang aku belum bisa jadi orang yang seberani itu negor palagi kalo gak kenal…
Hmmm buka hati buka pikiran……..
Setiap kejadian ada hikmahnya….
Semoga kita menjadi orang yang terus belajar untuk memperbaiki diri…
Hanya Allah yang tahu isi hati setiap kita…
subhanallah,,
Beda kalau perempuan yang digoda. Tak suka, tinggal tendang aja. Kalau laki-laki penggoda nekat, tinggal teriak, pasti banyak yang nolong. Kalau laki-laki digoda perempuan nekat, masak mau teriak-teriak?”
“Sejarah mencatat adanya laki-laki yang tegas menolak godaan perempuan.Dua diantaranya, Yusuf yang lebih memilih penjara, dan Al Miski yang melumuri sekujur tubuhnya dengan tinja. Murka-Nya jauh lebih mereka takuti ketimbang sekedar ‘menyakiti hati’ atau ‘mengecewakan harapan’ perempuan”
Kedua paragraf ditulis oleh Jazimah Al Muhyi salah satu tim penulis buku “Karenamu aku cemburu: Curahan Hati Seorang Istri” berbarengan sama Mbak Asma Nadia, dkk..
Hmm aku tertarik banget tuh sama 2 paragraf di atas.. So, ada dua jenis pelaku dalam hal ini. Yaitu Perempuan Penggoda dan Laki-Laki tergoda..
Coz selama ini yang kita dengar adalah Laki-laki Penggoda dan Perempuan Teraniaya oleh godaan tersebut.. Dimana-mana didengungkan pelecehan terhadap wanita, tapi tidak pernah terdengar forum yang membantu laki-laki dari godaan wanita…
Emang dipikir2 kasihan juga para kaum laki-laki… Setiap ada kejadian misalnya perkosaan, pasti yang disalahkan dan lebih dijelek-jelekan adalah laki-lakinya. Padahal bisa saja kalau dirunut dari awal yang seharusnya lebih disalahkan adalah wanitanya. Misalnya si wanita itu dengan ‘tidak sengaja’ membuat laki-laki itu kalap dengan serba mininya baju yang dikenakannya. Terlepas dari sama-sama salahnya keduanya…
Hmmm hanya sedikit mau membuka pikiran memang semuanya tergantung dari akhlak. Tidak selalu perempuan adalah makhluk yang benar-benar mau menjaga diri dari godaan kaum laki-laki.
Bahkan terkadang KAUM LAKI-LAKI yang BENAR-BENAR HARUS MENJAGA DIRI DARI KAUM PEREMPUAN..
Jadi inget juga kata-katanya Agnes Monica waktu gembar gembor RUU Anti Pornografi. Kira-kira dDia bilang,
“Seharusnya yang malu tuh Laki-Lakinya. Ketauan kan yang gak bisa jaga pikiran itu laki-laki!!”
Intinya si Agnes menyalahkan kaum laki-laki yang tidak tahan melihat perempuan yang mengenakan pakaian2 “tertentu”..
Ada beberapa temen cowokku yang juga menanyakan dan menyatakan, “Abis mau gimana lagi coba, ngeliat para wanita bertebaran dimana-mana dengan pakaian dan perilaku yang seperti itu???”
Hmm waktu itu jawabanku hanya satu “Itu namanya ujian. Dan yang harus dilakukan cuman meningkatkan keimanan aja”…
Aku juga mikir, ya zamannya udah seperti ini… zaman yang kalo kata film “Kiamat Sudah Dekat”.. Jadi menurutku emang kayaknya susah untuk mengubah hal itu… Yang tersisa adalah hanya kemauan dan tekad dari dalam diri kita apakah kita mau jadi bagian dari tanda-tanda “Kiamat Sudah Dekat” atau mau jadi bagian dari tanda-tanda “Kebangkitan semakin dekat”
Memang bisa aja ada cara yang lebih berani. Misalnya kalo ketemu cewek yang pake baju begitu-begitu. Ya diingetin aje… Tapi, terus terang aku belum bisa jadi orang yang seberani itu negor palagi kalo gak kenal…
Hmmm buka hati buka pikiran……..
Setiap kejadian ada hikmahnya….
Semoga kita menjadi orang yang terus belajar untuk memperbaiki diri…
Hanya Allah yang tahu isi hati setiap kita…
subhanallah,,
Langganan:
Postingan (Atom)
