Jumat, 20 Juli 2012

NGUPIL

Mengupil, mungkin menurut sebagian orang merupakan kegiatan yang cukup mengasyikan dan menyenangkan. Selain itu pula, mengupil adalah kegiatan yang positif karena membantu membersihkan hidung dari kotoran ataupun benda asing yang masuk dengan menggunakan jari. Meskipun kegiatan yang umum, tapi bagi budaya tertentu cenderung tabu karena bisa menimbulkan perasaan jijik dan geli. Upil yang ada di hidung sebenarnya terbentuk dari lendir yang mengering. Membran mukosa di rongga hidung akan terus menerus menghasilkan lendir basah yang berfungsi menghilangkan debu dan benda-benda asing lainnya yang masuk ke hidung. Lendir yang mengering ini akan menyebabkan sensasi iritasi yang kadang menimbulkan rasa gatal dan memicu orang untuk mengupil.


Beberapa alasan yang membuat seseorang harus mengupil, yaitu:

  1. Sedang bengong atau memikirkan sesuatu Penyebab paling umum orang mengupil terjadi ketika seseorang sedang tidak memikirkan apa-apa, bingung atau bosan. Tindakan ini hampir sama dengan kebiasaan menggigit kuku atau mengisap jempol, karenanya tak jarang orang tanpa sadar melakukannya di depan umum. 
  2. Menghilangkan iritasi Hidung memiliki kecenderungan menjadi kering dan teriritasi oleh hal-hal seperti alergi, bahan kimia dan polusi udara. Saat hidung mengalami iritasi, maka akan timbul rasa gatal dan keinginan untuk menggaruk melalui cara mengupil. 
  3. Untuk menghilangkan sekresi hidung Ketika sedang pilek, infeksi sinus dan alergi bisa menyebabkan sekresi hidung atau lendir meningkat. Sekresi ini seiring waktu akan mengering yang membuat seseorang sulit bernapas. Karenanya seseorang akan mengupil untuk membuat napasnya lega dan menghilangkan penumpukan lendir. Dan yang pasti adalah cucilah tangan sebelum dan sesudah mengupil, memotong kuku dan jangan menarik upil terlalu keras agar tidak melukai lapisan di dalam hidung.
Akan tetapi jika seseorang terlalu sering mengupil bisa menyebabkan hidung menjadi kering yang dapat memicu perdarahan. Hal ini karena secara alami hidung tetap membutuhkan pelumas setiap saat untuk mencegahnya dari kekeringan. Sedangkan jika seseorang jarang mengupil, maka lendir yang bercampur dengan kotoran tersebut akan semakin mengeras yang menghambat pernapasan (sulit bernapas) serta membuat hidung tidak lagi bisa efektif menyaring benda-benda asing dari luar. 

Akibat yang ditimbulkan dari keseringan mengupil:
  1. Mudah terkena flu Virus flu bisa melewati selaput lendir yang salah satunya terdapat di dalam hidung. Memasukkan jari-jari yang terkontaminasi virus ini ke dalam hidung bisa menyebabkan seseorang terkena flu yang disebabkan oleh diri sendiri. Dalam beberapa hari ke depan, seseorang bisa saja mengalami flu, tenggorokan gatal dan serangan bersin-bersin. 
  2. Mimisan Jika terlalu sering mengupil atau mengupil dengan keras bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan di hidung yang berfungsi melindungi tubuh dari bakteri dan benda-benda asing di udara, sehingga memicu terjadinya mimisan.
  3. Infeksi Selain infeksi virus flu, terlalu sering mengupil menyebabkan kuman dan bakteri lebih mudah masuk ke hidung dan menyebar ke bagian tubuh lain. 
  4. Merontokkan rambut hidung Ketika mengupil secara konsisten dna terus menerus akan menyebabkan rambut hidung rontok. Padahal rambut ini memiliki fungsi penting untuk menyaring debu dan polutan di udara. Tanpa rambut hidung akan membuka jalan bagi semua jenis penyakit dan infeksi masuk ke dalam tubuh. 
  5. Bisa meninggal Kondisi ini bisa terjadi jika seseorang berusaha mengeluarkan upil yang besar. Karena di dalam hidung ada tulang yang disebut tulang ethmoid, tulang ini memisahkan hidung dari otak. Jika saat mengupil seseorang menusuk tulang ini, maka cairan di otak bisa bocor yang menyebabkan meningitis. 
Ingat cucilah tangan sebelum dan sesudah mengupil :) Semoga artikel mengenai 5 akibat yang ditimbulkan dari keseringan mengupil dapat bermanfaat.
Nah, itulah sebagian cuplikan tentang NGUPIL... namun, bolehkah puasa ngupil ? apa itu membuat puasa kita batal ?

Jumat, 13 Juli 2012

6 Alasan Cewek Kenapa Menjadi Lesbian


Kebanyakan perempuan umumnya mendapat pengalaman seksual dengan sesama jenis satu atau dua kali dalam hidup mereka. Tetapi mereka tidak menganggap diri mereka lesbian, hanya ingin tahu saja,” ujar Suzi Godson, pakar seks dan hubungan di The Times dan penulis The Sex Book. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa perempuan ingin bereksperimen dengan perempuan lain:

1. Untuk merasakan sesuatu yang berbeda
Hal ini cenderung sulit dijelaskan karena sering kali bukan ketertarikan seksual yang dirasakan. Ketika melihat perempuan lain yang cantik, pintar, dan wangi, seperti apa ya rasanya berdekatan dengan dia? Mengapa pria begitu terobsesi dengan payudara perempuan? Apa yang dirasakannya saat bersentuhan dengan titik sensitif perempuan tersebut? Apabila perempuan bisa mengagumi keindahan tubuh perempuan lain, bukankah itu berarti lebih mudah pula memberikan dan merasakan sentuhannya?

2. Nyambung secara emosional dan verbal


Tentu Anda tahu bahwa pria sering kali sulit memahami wanita. Oleh karena itu, eksperimen dengan sesama perempuan sering kali berangkat dari kemampuan perempuan saling memahami bahasa verbal mereka. Perempuan bisa terbuka dan berbicara sejujur-jujurnya. Bukankah sebenarnya ini kunci dari hubungan seks yang baik?

3. Mengobati sakit hati


Ketika baru berpisah dengan pasangannya, perempuan tentu tetap merasakan saat-saat horny. Selain sedang tak punya pasangan (pria), perempuan mungkin juga sedang tak ingin terlibat dengan pria. Maka, ia pun akan mencoba melakukannya bersama sesama perempuan, entah itu teman lama atau teman yang baru dikenal. Bagaimanapun juga, dalam seks juga ada unsur kehangatan yang didapatkan sehingga perempuan merasa didampingi seseorang yang berpihak kepadanya.

4. Lebih lembut


Perempuan memiliki bibir yang lebih lembut dan mencium dengan lembut pula. Hal ini yang membedakan dengan pria. Ketika merasa bernafsu, pria cenderung mencium terlalu “bersemangat”. Mereka juga selalu melibatkan air liur terlalu banyak saat mencium.

5. Perempuan lebih pintar seks oral


Pria sering kali tidak tahu mana bagian yang menyenangkan untuk disentuh, terutama di area vagina. Perempuan, di pihak lain, tentu tahu hal ini dan tahu bagaimana menyenangkan perempuan lainnya saat bereksperimen dengan seks oral. Lagi pula, tidak ada kumis yang baru dicukur sehingga terasa kasar saat menyentuh area tersebut.

6. Tidak jorok


Perempuan senang melakukannya di tempat yang bersih, dengan seprai yang baru diganti. Ketika ingin buang angin, perempuan tentu akan keluar dari kamar atau setidaknya menyingkir. Pria justru sebaliknya, cenderung buang angin sembarangan dan menganggapnya lucu.