Kebumen - Pendapatan objek wisata di Kebumen selama tahun 2008 mencapai Rp 1,28 miliar atau 85,35% dari target sebesar Rp 1,5 miliar. Kendati perolehan pendapatan tahun 2008 tak mencapai target namun jumlahnya lebih besar dibandingkan pendapatan tahun 2007 yang mencapai Rp 1,15 miliar.
"Target sebesar Rp 1,5 miliar tersebut sebenarnya tak berlebihan, karena pemasangan target adalah untuk memacu semangat kerja kami. Kami sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencapai target itu, namun bila tak mencapai target harus dievaluasi untuk dicari penyebabnya," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparsenibud) Kebumen, Drs H Air Mas, di ruang kerjanya, Senin (12/1).
Pendapatan tersebut diperoleh dari 8 objek wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, masing-masing Gua Jatijajar, Pantai Logending, Gua Petruk, Pantai Karangbolong, Pantai Petanahan, Waduk Sempor, Pemandian Air Panas Krakal dan Waduk Wadaslintang. Di antara 8 objek itu, Gua Jatijajar mendapatkan pemasukan tertinggi, mencapai Rp 534,226 juta atau 74,57 % dari target sebesar Rp 716,335 juta. Di posisi kedua adalah Pantai Logending dengan pemasukan sebesar Rp 299,48 juta atau 95,07 % dari target sebesar Rp 315 juta dan Pantai Petanahan dengan pemasukan Rp 173,593 juta atau 74,71% dari target sebesar Rp 232,35 juta berada di posisi ketiga.
Selain berasal dari 8 objek wisata itu, pendapatan juga berasal dari objek-objek wisata musiman atau objek wisata yang dikelola oleh desa setempat seperti Pantai Suwuk, Pantai Bocor, Pacuan Kuda Ambal dan lainnya. Pemkab Kebumen mendapatkan bagi hasil dari pemasukan ke objek-objek wisata musiman tersebut. Bagian untuk Pemkab Kebumen pada tahun 2008 dari objek-objek wisata musiman itu mencapai Rp 25,03 juta. Kemudian, Pemkab Kebumen juga mendapatkan bagi hasil dari Benteng Van der Wijck yang dikelola oleh swasta sebesar Rp 10,50 juta. Sedangkan pendapatan dari penyewaan kios, penginapan dan tanah di lokasi objek sebesar Rp 37,504 juta.
Setelah merampungkan tugas untuk tahun anggaran 2008, Disparsenibud Kebumen mematok target tahun 2009 sebesar Rp 1,6 miliar atau di atas target 2008. Di tengah persaingan ketat antar-daerah di era otonomi daerah saat ini dalam memasarkan objek-objek wisatanya, menurut Air Mas Kebumen akan berusaha mempertahankan ciri khas atau karakter asli objek yang dimiliki daerah ini, baik kondisi alamnya maupun tradisi masyarakat setempat. Konsep Disparsenibud dalam menjual objek wisata di daerah ini adalah dengan meningkatkan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan pengunjung dan memperbaiki kekurangan yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar