Rabu, 05 Maret 2014
Pakai Masker ? Kok Jadi Susah Buat Nafas ??? What's wrong ???
Berawal dari rasa penasaran ane yang kalo menggunakan masker kok malah jadi susah buat bernafas. Akhirnya masQOD mencari tahu tentang cara penggunaan masker yang benar :D LOL
Kalian pasti sering melihat deh banyak sekali orang di jalan atau yang menggunakan kendaraan sepeda motor menggunakan masker. Masker itu sendiri berfungsi untuk mencegah mikroorganisme dari udara luar masuk ke dalam tubuh kita. Mengingat aktivitas dan udara di Kota sudah tidak sehat lagi, terutama di Jakarta.
Walaupun masker nggak 100% menghentikan partikel yang terhirup tapi ada kondisi yang penting banget buat kalian harus menggunakan masker. Misalnya, kalau kalian terjangkit penyakit FLU lebih baik menggunakan masker agar bisa mencegah penyebarannya ke orang lain.
Nah, ada perbedaan cara menggunakan masker yang benar sesuai fungsi dari masker itu sendiri, yaitu :
1. Masker di saat kondisi fisik kalian sedang FLU atau sakit
Jadi pada saat kalian sedang flu, pemakaian masker yang benar adalah sisi yang berwarna putih digunakan untuk meng-cover muka. Sementara sisi yang berwarna (merah, pink, hijau atau biru, dll) harus menghadap ke arah luar. ini dimaksudkan untuk menyaring mikroorganisme supaya udara yang mengandung virus yang kita keluarkan tidak menyebar ke udara luar.
2. Masker di saat kondisi fisik kalian sedang sehat
Nah, lain lagi kalo kalian sedang sehat dan menggunakan masker hanya untuk mencegah polusi udara dari luar agar tidak masuk ke tubuh kita. Kalau kalian sedang sehat dan ingin menggunakan masker, maka sisi masker yang berwarna putih itu harus berada di sisi luar muka supaya bisa mencegah mikroorganisme dari luar nggak masuk ke tubuhmu. Baru tahu kan sekarang? ;)
Sama, Saya juga :) :D LOL
semoga bermanfaat :)
Selasa, 17 Desember 2013
Manusia SUPER tidak terbentuk dari manusia SEMPURNA
Jumat, 20 Juli 2012
NGUPIL
- Sedang bengong atau memikirkan sesuatu Penyebab paling umum orang mengupil terjadi ketika seseorang sedang tidak memikirkan apa-apa, bingung atau bosan. Tindakan ini hampir sama dengan kebiasaan menggigit kuku atau mengisap jempol, karenanya tak jarang orang tanpa sadar melakukannya di depan umum.
- Menghilangkan iritasi Hidung memiliki kecenderungan menjadi kering dan teriritasi oleh hal-hal seperti alergi, bahan kimia dan polusi udara. Saat hidung mengalami iritasi, maka akan timbul rasa gatal dan keinginan untuk menggaruk melalui cara mengupil.
- Untuk menghilangkan sekresi hidung Ketika sedang pilek, infeksi sinus dan alergi bisa menyebabkan sekresi hidung atau lendir meningkat. Sekresi ini seiring waktu akan mengering yang membuat seseorang sulit bernapas. Karenanya seseorang akan mengupil untuk membuat napasnya lega dan menghilangkan penumpukan lendir. Dan yang pasti adalah cucilah tangan sebelum dan sesudah mengupil, memotong kuku dan jangan menarik upil terlalu keras agar tidak melukai lapisan di dalam hidung.
- Mudah terkena flu Virus flu bisa melewati selaput lendir yang salah satunya terdapat di dalam hidung. Memasukkan jari-jari yang terkontaminasi virus ini ke dalam hidung bisa menyebabkan seseorang terkena flu yang disebabkan oleh diri sendiri. Dalam beberapa hari ke depan, seseorang bisa saja mengalami flu, tenggorokan gatal dan serangan bersin-bersin.
- Mimisan Jika terlalu sering mengupil atau mengupil dengan keras bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan di hidung yang berfungsi melindungi tubuh dari bakteri dan benda-benda asing di udara, sehingga memicu terjadinya mimisan.
- Infeksi Selain infeksi virus flu, terlalu sering mengupil menyebabkan kuman dan bakteri lebih mudah masuk ke hidung dan menyebar ke bagian tubuh lain.
- Merontokkan rambut hidung Ketika mengupil secara konsisten dna terus menerus akan menyebabkan rambut hidung rontok. Padahal rambut ini memiliki fungsi penting untuk menyaring debu dan polutan di udara. Tanpa rambut hidung akan membuka jalan bagi semua jenis penyakit dan infeksi masuk ke dalam tubuh.
- Bisa meninggal Kondisi ini bisa terjadi jika seseorang berusaha mengeluarkan upil yang besar. Karena di dalam hidung ada tulang yang disebut tulang ethmoid, tulang ini memisahkan hidung dari otak. Jika saat mengupil seseorang menusuk tulang ini, maka cairan di otak bisa bocor yang menyebabkan meningitis.
Nah, itulah sebagian cuplikan tentang NGUPIL... namun, bolehkah puasa ngupil ? apa itu membuat puasa kita batal ?
Jumat, 13 Juli 2012
6 Alasan Cewek Kenapa Menjadi Lesbian
Kebanyakan perempuan umumnya mendapat pengalaman seksual dengan sesama jenis satu atau dua kali dalam hidup mereka. Tetapi mereka tidak menganggap diri mereka lesbian, hanya ingin tahu saja,” ujar Suzi Godson, pakar seks dan hubungan di The Times dan penulis The Sex Book. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa perempuan ingin bereksperimen dengan perempuan lain:
1. Untuk merasakan sesuatu yang berbeda
Hal ini cenderung sulit dijelaskan karena sering kali bukan ketertarikan seksual yang dirasakan. Ketika melihat perempuan lain yang cantik, pintar, dan wangi, seperti apa ya rasanya berdekatan dengan dia? Mengapa pria begitu terobsesi dengan payudara perempuan? Apa yang dirasakannya saat bersentuhan dengan titik sensitif perempuan tersebut? Apabila perempuan bisa mengagumi keindahan tubuh perempuan lain, bukankah itu berarti lebih mudah pula memberikan dan merasakan sentuhannya?
2. Nyambung secara emosional dan verbal
Tentu Anda tahu bahwa pria sering kali sulit memahami wanita. Oleh karena itu, eksperimen dengan sesama perempuan sering kali berangkat dari kemampuan perempuan saling memahami bahasa verbal mereka. Perempuan bisa terbuka dan berbicara sejujur-jujurnya. Bukankah sebenarnya ini kunci dari hubungan seks yang baik?
3. Mengobati sakit hati
Ketika baru berpisah dengan pasangannya, perempuan tentu tetap merasakan saat-saat horny. Selain sedang tak punya pasangan (pria), perempuan mungkin juga sedang tak ingin terlibat dengan pria. Maka, ia pun akan mencoba melakukannya bersama sesama perempuan, entah itu teman lama atau teman yang baru dikenal. Bagaimanapun juga, dalam seks juga ada unsur kehangatan yang didapatkan sehingga perempuan merasa didampingi seseorang yang berpihak kepadanya.
4. Lebih lembut
Perempuan memiliki bibir yang lebih lembut dan mencium dengan lembut pula. Hal ini yang membedakan dengan pria. Ketika merasa bernafsu, pria cenderung mencium terlalu “bersemangat”. Mereka juga selalu melibatkan air liur terlalu banyak saat mencium.
5. Perempuan lebih pintar seks oral
Pria sering kali tidak tahu mana bagian yang menyenangkan untuk disentuh, terutama di area vagina. Perempuan, di pihak lain, tentu tahu hal ini dan tahu bagaimana menyenangkan perempuan lainnya saat bereksperimen dengan seks oral. Lagi pula, tidak ada kumis yang baru dicukur sehingga terasa kasar saat menyentuh area tersebut.
6. Tidak jorok
Perempuan senang melakukannya di tempat yang bersih, dengan seprai yang baru diganti. Ketika ingin buang angin, perempuan tentu akan keluar dari kamar atau setidaknya menyingkir. Pria justru sebaliknya, cenderung buang angin sembarangan dan menganggapnya lucu.
Perempuan Penggoda dan Lelaki Penggoda
Beda kalau perempuan yang digoda. Tak suka, tinggal tendang aja. Kalau laki-laki penggoda nekat, tinggal teriak, pasti banyak yang nolong. Kalau laki-laki digoda perempuan nekat, masak mau teriak-teriak?”
“Sejarah mencatat adanya laki-laki yang tegas menolak godaan perempuan.Dua diantaranya, Yusuf yang lebih memilih penjara, dan Al Miski yang melumuri sekujur tubuhnya dengan tinja. Murka-Nya jauh lebih mereka takuti ketimbang sekedar ‘menyakiti hati’ atau ‘mengecewakan harapan’ perempuan”
Kedua paragraf ditulis oleh Jazimah Al Muhyi salah satu tim penulis buku “Karenamu aku cemburu: Curahan Hati Seorang Istri” berbarengan sama Mbak Asma Nadia, dkk..
Hmm aku tertarik banget tuh sama 2 paragraf di atas.. So, ada dua jenis pelaku dalam hal ini. Yaitu Perempuan Penggoda dan Laki-Laki tergoda..
Coz selama ini yang kita dengar adalah Laki-laki Penggoda dan Perempuan Teraniaya oleh godaan tersebut.. Dimana-mana didengungkan pelecehan terhadap wanita, tapi tidak pernah terdengar forum yang membantu laki-laki dari godaan wanita…
Emang dipikir2 kasihan juga para kaum laki-laki… Setiap ada kejadian misalnya perkosaan, pasti yang disalahkan dan lebih dijelek-jelekan adalah laki-lakinya. Padahal bisa saja kalau dirunut dari awal yang seharusnya lebih disalahkan adalah wanitanya. Misalnya si wanita itu dengan ‘tidak sengaja’ membuat laki-laki itu kalap dengan serba mininya baju yang dikenakannya. Terlepas dari sama-sama salahnya keduanya…
Hmmm hanya sedikit mau membuka pikiran memang semuanya tergantung dari akhlak. Tidak selalu perempuan adalah makhluk yang benar-benar mau menjaga diri dari godaan kaum laki-laki.
Bahkan terkadang KAUM LAKI-LAKI yang BENAR-BENAR HARUS MENJAGA DIRI DARI KAUM PEREMPUAN..
Jadi inget juga kata-katanya Agnes Monica waktu gembar gembor RUU Anti Pornografi. Kira-kira dDia bilang,
“Seharusnya yang malu tuh Laki-Lakinya. Ketauan kan yang gak bisa jaga pikiran itu laki-laki!!”
Intinya si Agnes menyalahkan kaum laki-laki yang tidak tahan melihat perempuan yang mengenakan pakaian2 “tertentu”..
Ada beberapa temen cowokku yang juga menanyakan dan menyatakan, “Abis mau gimana lagi coba, ngeliat para wanita bertebaran dimana-mana dengan pakaian dan perilaku yang seperti itu???”
Hmm waktu itu jawabanku hanya satu “Itu namanya ujian. Dan yang harus dilakukan cuman meningkatkan keimanan aja”…
Aku juga mikir, ya zamannya udah seperti ini… zaman yang kalo kata film “Kiamat Sudah Dekat”.. Jadi menurutku emang kayaknya susah untuk mengubah hal itu… Yang tersisa adalah hanya kemauan dan tekad dari dalam diri kita apakah kita mau jadi bagian dari tanda-tanda “Kiamat Sudah Dekat” atau mau jadi bagian dari tanda-tanda “Kebangkitan semakin dekat”
Memang bisa aja ada cara yang lebih berani. Misalnya kalo ketemu cewek yang pake baju begitu-begitu. Ya diingetin aje… Tapi, terus terang aku belum bisa jadi orang yang seberani itu negor palagi kalo gak kenal…
Hmmm buka hati buka pikiran……..
Setiap kejadian ada hikmahnya….
Semoga kita menjadi orang yang terus belajar untuk memperbaiki diri…
Hanya Allah yang tahu isi hati setiap kita…
subhanallah,,
Senin, 02 Juli 2012
Boneka Danbo begitu hidup !
Sampai sampai, Photo Propil Pesbuk, Wallpaper HP, gue ganti semua dengan gambar boneka Danbo...
sejak saat itu gue nge fans dengan Danbo...
Danbo, Aku cinta kamu <3
Alhasil, gue beli online di Internet..
aku beli boneka Danbo, untuk menemaniku dikala ku senang ataupun galau :p
Danbo ohh Danbo...
Kau begitu hidup.... !!!
Sebenarnya Asal usul Danbo itu gimana sih ?
Penasaran ?
nih, gue punya artikelnya (hasil copas dari blog tetangga :p)
Boneka Danbo adalah boneka lucu yang berbentuk kotak. Danbo sendiri adalah kependekan dari Danboard. Boneka yang terbuat dari kertas karton board ini adalah kreasi dari Azuma Kiyohiko seorang komikus serial manga Yotsuba.
Boneka Danbo memiliki banyak bentuk unik, yaitu action figure dengan penampilan seperti manusia dengan ukuran mini 7 cm dan 13 cm. Anda akan tersenyum melihat Boneka Danbo ini karena bentuknya yang lucu. Danbo dapat digerakkan secara manual dan dibentuk dengan berbagai macam gaya unik.
Ayo kita lihat beberapa Foto Boneka Danbo berikut ini. Foto-foto berikut menunjukkan beberapa aksi Boneka Danbo yang sedang Belajar Fotografi, Bersama Keluarga, Membaca Quran, Memegang Hanphone BlackBerry dan lain sebagainya.
Nah, itulah beberapa Foto Boneka Danbo, lucu bukan? Semoga foto-foto di atas dapat menghibur Anda yang melihatnya.
Senin, 01 Agustus 2011
Cara Mudah Bikin Hotspot Tanpa Access Point
2. Aktifkan WIFI setelah sobat menginstal software tadi.
3. Jalankan aplikasi Connectify. Lalu ikuti wizard yang ada. Dalam kolomNetwork Name isi dengan nama Wifi yang sobat mau.
Kamis, 18 November 2010
Prinsip Antrian untuk Sukses
Antrian terus bergerak. Masih ada sebelas orang di depan. 5 sampai 10 menit lagi, saya akan dilayani teller. Tiba-tiba, seorang ibu yang berpakaian agak menor, masuk ke dalam antrian di depan saya. Padahal, masih ada sekitar dua puluh orang di belakang saya. Saya mencoba untuk menegur dan memintanya untuk antri di belakang. Beberapa orang yang antri di belakang saya juga mencoba menegur. Awalnya dengan suara yang lemah lembut. Karena tidak digubris, suara sudah mulai keras, bahkan cenderung kasar.
Hujan sindiran itu tidak berlangsung lama. Seorang satpam datang, dan memberikan sedikit penjelasan kepada sang ibu. Entah terpaksa atau sukarela, sang ibu itu akhirnya pindah ke antrian paling belakang. Mungkin karena malu atau ia sudah tidak punya banyak waktu, saya tidak melihatnya berada dalam antrian ketika saya hendak keluar dari bank itu.
Di kantor, saya mencoba merenungkan kejadian di BNI tadi. Hidup ini, hampir serupa dengan prinsip antrian. Untuk bisa sampai di urutan paling depan dan dilayani petugas (baca : sukses), kita harus tetap berada di dalam antrian, apapun yang terjadi. Jangan pernah sekali-sekali berpikir untuk melakukan jalan pintas (memotong antrian), atau meninggalkan antrian.
Saya jadi ingat sekitar tiga belas tahun yang lalu, ketika saya memutuskan untuk keluar dari tempat saya bekerja dan memulai kehidupan sebagai wirausaha. Usaha pertama yang saya geluti adalah bengkel sepeda motor. Ketika itu, tabungan saya masih cukup banyak. Jadi, saya mulai bengkel itu dengan modal cukup besar, yaitu sekitar Rp. 70 juta. Hasilnya? Bengkel itu tutup dalam 7 bulan.
Sebabnya boleh jadi cukup banyak. Saya tidak tahu banyak soal bisnis ini. Relasi di bidang inipun boleh disebut tidak ada. Pengetahuan, keterampilan dan pengalaman mengelola bengkel juga belum saya punya. Ujung-ujungnya, uang tabungan sebesar Rp. 70 juta pun bablas. Jadi, inilah pelajaran pertama prinsip antrian : mulailah karir anda dari bawah. Jangan gunakan jalan pintas. Uang memang penting untuk memulai usaha, tetapi tanpa pengetahuan, keterampilan dan pengalaman di bidang tersebut, uang sebanyak apapun, bisa hilang tanpa bekas ...
Setelah gagal di dunia perbengkelan, saya pindah usaha. Kalau dihitung, ada sekitar 8 bidang usaha lain yang saya tekuni, dan semuanya gagal total. Saya pernah menekuni bisnis agribisnis cabai, warung soto, fotografi, furniture, handicraft, perdagangan suku cadang kendaraan bermotor, dekorasi panggung dan juga peternakan ayam. Gagal satu, ganti usaha lain. Hal ini paralel dengan berpindah-pindah antrian. Ujung-ujungnya, saya tidak pernah sampai di antrian terdepan. Saya belum pernah sukses dalam berbagai usaha saya. Inilah pelajaran kedua dari prinsip antrian : jangan keluar dari antrian ...
Sebuah pelajaran hidup yang pahit. Sejumlah dana dalam jumlah nyang cukup besar, habis tak tentu rimbanya, hanya karena dua sebab. Jalan pintas dan terlalu cepat keluar antrian. Syukur lah, saya bisa belajar dari berbagai pengalaman pahit itu. Tahun 1998, saya mulai mengembangkan kemampuan saya menulis. Selama 3 tahun menulis, belum ada satu pun tulisan saya yang diterbitkan. Syukur lah. Setelah 3 tahun yang pahit itu, buku pertama saya bisa terbit. Setelah itu, menyusul naskah-naskah lainnya. Dan sampai hari ini, tak kurang dari 92 buku sudah diterbitkan. 9 judul di antaranya sudah diterbitkan di negeri jiran, Malaysia.
Antrian memberi saya dua pelajaran hidup terpenting. Tidak ada jalan pintas, dan tetaplah pada antrian. Jika sudah demikian, sukses hanya soal waktu saja ...
Kamis, 17 Juni 2010
Minggu, 24 Januari 2010
Tugas Bahasa Jawa
Tembang Jawa Gadah Piwulangan kang Sae
Qodir Masruri
XII – IA 3
23
SMA Negeri 2 Kebumen
2009 / 2010
MOTTO
1. Aja dumeh.
2. Eling lan Waspada.
3. Dadia kaya uwit ing pinggir dalan, nadyan dibalang watu ananging malah aweh uwoh.
4. Dijiwit dadi kulit, dicetot dadi otot.
5. Bekti dumateng Allah, tiyang sepuh, guru, lan sederek.
TULISAN PUNIKA KAGEM
1. Sedaya tiyang ingkang mbetahaken piwulang Budi Pekerti.
2. Utaminipun sedaya tiyang enem (pemuda/i Indonesia) kagem kemajuan moral lan Budi Pekerti.
ATUR SAPALA
Ingkang sepisan kula ngaturaken puji syukur dumateng Allah SWT kagem sedaya nikmat lan rahmatipun saengga kula saged ngrampungaken tulisan punika, lan sedaya tiyang ingkang sampun mbiyantu ngawujudaken tulisan punika.
Wonten makalah punika kula nyariosaken babagan Tirta Purwitasari, ingkang wonten penggalih kula wonten mriku wonten pitedah-pitedah babagan urip lan budi pekerti.
Wonten ing jaman sapunika, mboten ekonomi kemawon ingkang ngalami krisis, ananging moral lan budi pekerti ugi krisis. Korupsi wonten pundi-pundi, kriminal, lan sapanunggalanipun.
Awit saking punika kula milih cariyos Tirta Purwitasari. Wonten mriku dipuncariyosaken pripun sejatosipun manungsa lan nepsunipun, ugi babagan sipat kesetriya ingkang kedah dipun gadhahi kula panjenengan sedaya.
Mugi-mugi tulisan punika saged kagem renungan kula panjenengan sedaya. Bener punika saking Allah, ananging menawi lepat punika saking kula, kula nyuwun pangapunten.
Matur nuwun.
Penulis,
Qodir Masruri
DAFTAR ISI
I. HALAMAN JUDUL …………………………………………………………………………… i
II. MOTTO …………………………………………………………………………………………… ii
III. TULISAN PUNIKA KAGEM ………………………………………………………………. ii
IV. ATUR SAPALA ………………………………………………………………………………… iii
V. Bab I PAMBUKA
1. Latar Belakang …………………………………………………………………… 1
2. Ancas …………………………………………………………………………………. 2
VI. Bab II ISI
1. Andhe-Andhe Lumut ………………………………………………………….. 3
2. Merak lan Kancil ………………………………………………………………… 10
VII. Bab III PANUTUP …………………………………………………………………………… 15
VIII. DAFTAR KAPUSTAKAN …………………………………………………………………… 16
BAB I
PAMBUKA
1. LATAR BELAKANG
Dipuntingali saking psikologis tiyang enem ugi tiyang sepuh remen kaliyan cariyos utawi dongeng. prakawis punika saget dipunbuktekaken nalika seminar, pengajian lan wonten kelas, sedaya tiyang langkung midangetaken.benten menawi njlentrehaken babagan ngelmu alam, mesthi kathah tiyang ingkang ngendika piyambak-piyambak lan dados rame.
Tiyang sepuh mawon remen kaliyan dongeng punapa malih lare alit. ngagem dongeng, kulo panjenengan sedaya saget mucal lan njumbuhaken budi pekerti. ingkang dados prihatin cacahipun tiyang sepuh ingkang nyariosaken dongeng kagem putra putrinipun naming sekedhik. Kamangka budi pekerti kedhah dipun tandur awit saking alit, penelitian mbuktekaken menawi yuswo sangandhapipun 5th, lare bakal niru lan ngemut-emut menapa kemawon ingkang lare punika mireng lan pirsani.
Wonten ing tembang kinanti dipuncariosaken
Kang aran berbuden luhur
Dudu pangkat dudu ngelmi
Uga dudu kepinteran
Lan dudu para winasis
Apa maneh kesucigihan
Nanging mung sucining ati
Lan wonten sesanti ingkang uninipun
Manungsa punika kadosta wayang, manut dumatheng dhalang ingkang nglampahaken.
Sae, ala, mulia, lan angkara dados rasukanipun gesang ingkang kedhah dipunadhepi.
Ananging kamulyan lan keluhuran budi sejati bakal ngawonaken angkara, iri, lan dengki.
Menungsa ingkang adiluhung punika, santun ing pitutur, solah bawa, lan ikhlas makarya.
Tiyang ingkang paling bungah inggih punika tiyang ingkang eling lan waspada
Saking tembang lan sesanti punika, saget disimpuleken menawi budi pekerti punika kautamaning gesang. budi pekerti kedhah dipun tandur awit saking alit, supados benjang dados tiyang ingkang wasis, lan nggadhahi budi pekerti ingkang sae.
Ananging wonten jaman sakmenika indonesia sampun krisis budhi pekerti. Amargi punika penulis gadhah kekarepan supados pelajaran budhi pekerti wonten ing basa jawi saget dipundadosaken piwulangan ingkang kautaman kagem ndhidhik budi pekerti.
Lewat tulisan punika penulis nyobi njlentrehaken piwulangan budhi pekerti wonten ing dongeng.
2. ANCAS :
1. Makalah punika dipundamel kagem njangkepi tugas akhir basa jawi semester 2 kelas XII.
2. Saget dadosaken piwulangan budi pekerti kagem kulo lan panjenengan.
BAB II
ISI
1. ANDHE-ANDHE LUMUT
Wonten ing Kraton Jenggala Manik, Prabu Lembu Amiluhur rumaos sumelang amargi putrinipun Galuh Candra Kirana kaliyan putra mantunipun Panji Asmara Bangun mbonten dipun mangertosi wonten pundi, tiyang kalih punika tindak ninggalaken Kraton Jenggala Manik mboten pamit, pramila ndamel sumelangipun Prabu Lembu Amiluhur.
Prakawis punika minangka wadinipun nagari ingkang mboten paring keprungu dening negari sanes. Amargi menawi keprungu, Parbu Lembu Amiluhur rumaos lingsem kawirangan. Lajeng sang prabu pesen dumateng Patih Kudonowarsa kaliyan prajuritipun Puthut Jenggolono supados mendhem jero babagan prakawis punika. Ampun ngantos negari sanes mireng.
Setunggaling dinten wonten ing Jenggala Manik, rawuh tamu saking negari Jomparan inggih punika Prabu Krana Jatisura utusanipun Prabu Krana Sura Wibawa. Rawuhipun Prabu Krana Jatisura punika kagem nglamar putrinipun Prabu Lembu Amiluhur inggih punika Galuh Candra Kirana. Menawi lamaripun dipuntampik Kraton Jenggala Manik bakal dipun obrak-abrik.
Mireng aturipun Prabu Krana Jatisura ingkang murang tata punika, Puthut Jenggolono duka, lan prang tandhing antaranipun Puthut kaliyan Prabu Krana Jati mboten saged dipunselakaken malih. Mangertos kahanan punika Prabu Lembu Amiluhur enggal misah lan mutusi perang punika.
Kanthi swanten ingkang manteb lan awibawa Prabu Lembu Amiluhur ngendika menawi Galuh Candra Kirana punika tindak ninggalaken Kraton Jenggolo lan mboten dipun mangertosi wonten pundi piyambakipun. Lajeng Prabu Lembu Amiluhur ngawontenake patembayan sinten kemawon ingkang seged nemokaken Galuh Candra Kirana, menawi estri dipundadosaken sederek sinarawedhi menawi kakung dipundadosaken garwanipun.
Lajeng Prabu Krana Jati enggal-enggal kondur dhateng negarinipun inggih punika negari Jomparan. Prabu Krana Jati sowan wonten ngarsanipun Prabu Krana Sura Wibawa, panjenenganipun ngendika babagan patembayan Prabu Lembu Amiluhur.
Saking bungahipun lejeng Prabu Krana Sura ngutus Prabu Krana Jati supados nutup margi-margi ingkang nuju Kraton Jenggala, kanthi ancas ampun ngantos wonten tiyang sanes ingkang mlebet Kraton Jenggala lan ndherek patembayan kala wau.
Cekakipun cariyos, Kleting Kuning ngenger dumateng Mbok Randa Dhadhapan wonten mriku gesangipun Kleting Kuning rekaos sanget. Piyambakipun dipun pulasara dening Kleting Abang, Kleting Wungu, Kleting Biru, lan Mbok Randa Dhadhapan.
Setunggaling dinten Kleting Kuning dipundhawuhi ngisahi dandang ingkang cemeng sanget ngantos pulih kados enggal lan ngebaki kranjang ngagem godhong-godhongan.
Sanajan mokal Kleting Kuning tetep ngayahi punapa ingkang dados panyuwunanipun embokipun minangka bukti baktinipun. Saking awratipun Kleting Kuning nangis sesenggukan ngantos ngucap supata. Sinten kemawon ingkang saged ngebaki kranjangipun lan ngenggalaken dandangipun menawi estri dipun dadosaken sedulur sinarawedhi, menawi kakung dipun dadosaken garwanipun.
Supatanipun Kleting Kuning dipunpirengaken Bango Thongthong ingkang ageng sanget. Bango Thongthong punika saguh ngebaki lan ngenggalaken dandangipun. Sasampunipun numindakaken gawean kala wau, Bango Thongthong nagih janjinipun Kleting Kuning. Ananging Kleting Kuning mboten purun dados garwanipun kewan. Kleting Kuning gadhah akal. Piyambakipun gadhah panyuwun kagem nguji katresnanipun Bango Thongthong. Bango Thongthong nyuguhi. Kleting Kuning badhe ngetok pupu lan swiwinipun. Bango Thongthong taksih gesang. Lajeng dipun tugel gulunipun. Bango Thongthong lajeng brebah dados Bathara Narada.
Kleting Kuning lajeng dipunparingi pusaka sada lanang lan dipunparingi ngertos menawi ing Desa Pasirepan wonten Jaka Tiban asmanipun Raden Andhe-andhe Lumut.
Sasampunipun saking lepen, Kleting Kuning wicanten menawi piyambakipun badhe ngunggah-unggahi Andhe-andhe Lumut. Ananging Mbok Randha mboten ngidini. Ewadene Kleting Abang lan sederekipun sampun bidhal kagem ngunggah-unggahi. Amargi Kleting Kuning meksa, Mbok Randha lajeng ngidini kanthi sarat Kleting Kuning dipunpacaki awon lan gandanipun bacin. Ewadene Kleting Abang lan sederekipun dipaesi ayu lan wangi.
Sampun sautawis mlampah, Kleting Abang sasederekipun diadhang ditya yuyu kangkang. Yuyu kangkang purun nyabarangaken Kleting Abang sasederekipun menawi dipunopahi. Kleting Abang saguh ngopahi lan yuyu kangkang purun nyabrangaken.
Ananging nalika giliranipun Kleting Kuning, yuyu kangkang mboten purun nyabrangaken, lajeng Kleting Kuning nyabetaken pusaka sada lanang. Yuyu kangkang nyuwun pangapunten lan Kleting Kuning nyabrang.
Wonten ing Desa Pasirapan, Kleting Abang dipun tampik dening Andhe-andhe Lumut, amargi sampun nate dipungendhong kaliyan yuyu kangkang. Benten malih kaliyan Kleting Kuning. Kleting Kuning dipun tampi dening Andhe-andhe Lumut.
Sasampunipun mandhap Andhe-andhe Lumut lan Kleting Kuning sami-sami kaget. Amargi satemenipun Raden Andhe-andhe Lumut punika Panji Asmara Bangun lan Kleting Kuning punika Galuh Candra Kirana.
Pungkasanipun Panji Asamara Bangun lan Galuh Candra Kirana wangsul dhateng Kraton Jenggala.
ANALISA
Andhe-andhe lumut punika sarat piwulang kagem tiyang enem utaminipun lan tiyang sepuh ugi lare alit.
Cariyos punika dipunwiwiti nalika Galuh Candra Kirana lan garwanipun medl saking keraton Jenggala Manik lan mboten dipunsumurupi panggenanipun. Amargi punika Prabu Lembu Amiluhur dhawuh kaliyan abdinipun supados mendhem jero prakawis punika. Patih Kudonowarsa lan prajuritipun Puthut Jenggolono ngleksanaaken sabda kala wau kanthi sae. Tumindak Patih Kudowarsa lan parjuritipun kala wau pantes dipuntuladhani menawi kula panjenengan sedaya kedah mikul dhuwur lan mendhem jero prakawis-prakawis ingkang ndamel lingsemipun keluarga, masyarakat, utawi organisasi. Ananging mboten lajeng nutup-nutupi prakawis korupsi, punika sampun beten prakawis.
Satunggaling dinten wonten tamu ingkang murang tata asmanipun Prabu Krana Jati. Ancasipun Prabu Krana Jati punika kagem mboyong Galuh Chandra Kirana. Tumindakipun ingkang murang tata punika ndamel dukanipun Puthut Jenggalana. Prabu Krana Jati punika naming tamu ananging wantun nantang Prabu Lembu Amiluhur. Sejatosipun tamu punika kedah sopan lan kurmat dumateng ingkang kagungan dalem.
Cekaking cariyos Kleting Kuning ingkang dipundhawuhi mbok Randha ngenggalaken dandang lan ngebaki kagem godhong. Amargi sampun mboten kiat Kleting Kuning ngucap supata sinten kemawon ingkang saged mbiyantu piyambakipun badhe dipun dadosaken sedulur/garwa. Mboten dangu wonten bango thonthong ingkang saged mbiyantu Kleting Kuning. Nalika bango thonthong nagih janji, Kleting Kuning mboten purun dados garwanipun kewan lan pados akal supados saged uwal saking bango thonthong. Lajeng bango thonthong njalma dados dewa ingkang maringi gaman sada kagem Kleting Kuning. Tumindakipun Kleting Kuning punika mboten sae. Piyambakipun sampun janji lan bango thonthong sampun nulungi. Ananging amargi bango thonthong punika kewan, Kleting Kuning pados alesan supados uwal saking supatanipun piyambak lan bango thonthong.
Mireng wonten Jaka Tiban, Kleting Kuning, Biru, lan Abang pengin ngunggah-unggahi ananging mbok Randha ngidinaken Kleting Kuning, menawi Kleting Kuning badhe ngunggah-unggahi piyambakipun kedah dipun leleti telek. Kleting Kuning saguh wonten ing tengah margi. Kleting-kleting kala wau dipun cegat yuyu kangkang, yuyu kangkang purun nyabrangaken kanthi sarat dipunopahi. Kleting Abang sak sederekipun saguh ananging yuyu kangkang mboten purun nyebrangaken Kleting Kuning, amargi Kleting Kuning elek. Ngagem sada lanang yuyu kangkang dipun pecut lan purun nyabrangaken Kleting Kuning tanpa sarat.
Wonten ing ngarasanipun Jaka Tiban kala wau (Andhe-andhe Lumut), Kleting Abang sak sederekipun dipun tampik amargi sampun nate dipun gendong yuyu kangkang. Ananging Kleting Kuning dipun tampi amargi taksih suci. Punika nyariosaken menawi kasucining dhiri punika penting saged kagem para wanita. Pramila dados wanita punika kedah njagi kasucining dhiri kagem garwanipun.
PIWULANG
Maos cerita wonten nginggil kathah piwulang ingkangsaged dipunpendhet.
1. Abdi dalem punika kedah saged mikul dhuwur lan mendhem jero lan setya dhateng rajanipun. Prakawis punika saged dipunpersani wonten ing lakon Patih Kudowarsa lan Puthut Jenggolono. Langkung-langkung Puthut Jenggolono nalika mireng aturipun Prabu Krana Jati ingkang murang tata. Puthut Jenggolono duka lan perang tandhing mebla reja lan negarinipun.
Wonten ing kasunyatan ing jaman sapunika sekedhik pegawe ingkang setya dhateng pimpinanipun. Tuladhanipun: usum pemilu punika kathah kader PDI ingkang pindhah partai utawi malah ndamel partai piyambak. Punika mbuktekaken menawi kasetyan punika angel dipunwujudaken naming tiyang tartamtu ingkang saged njagi kasetyanipun.
1. Sipat Prabu Krana Jati sura ingkang murang tata minangka piyambakipun punika tamu. Sipat punika ndamel dukanipun Puthut Jenggolono. Amargi punika, nalika mertamu kala panjenengan sedaya kedah njagi tata krama, supados mboten ndamel dukanipun tiyang ingkang dipun sowani.
2. Prabu Krana Sura wibawa. Ingkang ndhawuhi Prabu Krana Jati supados nutup margi-margi ingkang nuju kraton jenggala kanthi ancas mboten wonten tiyang ingkang mangertos patembayan kala wau. Saengga Prabu Sura mboten wonten sainganipun.
Punika mboten pantes dipuntuladhani amargi warta punika hakipun tiyang kathah.
1. Ampun gampil medalaken supata. Saged-saged supata punika ndamel cilakanipun piyambak. Kados supatanipun Kleting Kuning ingkang badhe ndadosaken sedulur sinarawedi/sisihanipun sinten kenawon ingkang saged ngebaki kranjangipun lan ngenggalaken dandangipun. Lajeng wonten bango thongthong ingkang saged mbiyantu, ananging Kleting Kuning malah mboten purun dados sisihanipun lan pados akal supados saged uwal saking kewan kala wau.
1. Dados tiyang estri punika kedah saged njagi kasucining dhiri kagem garwanipun. Wonten nginggil dipun cariyosaken menawi Andhe-andhe Lumut nampik Kleting Abang saderekipun amargi sampun dipun gendhong yuyu kangkang.
2. Menawi sampun jodho alangan punapa kemawon saged dipun adhepi.
2. MERAK LAN KANCIL
Merak punika remen macak. Awit saking punika merak tansah nengsemaken. Wulunipun katon edi, ndamel resep ingkang sami mirsani. Awit saking punika tangga-tepalihipun sami sowan omahipun Merak kagem sinau ngadi busana lan ngadi salira.“Aku pengin supaya bisa nduweni sandhangan wulu kaya kowe, Rak,” aturipun Kancil dhateng Merak.“Sandhangan wulu kang tememplek ing awakku iki paringane Gusti Kang Akarya Jagad. Aku mung tinanggenah ngrumat lan njaga supaya tetep katon endah,” wangsulanipun Merak kanthi sareh. “Anggonku seneng dandan lan ngupakara kaendahan iki mung wujud rasa syukurku marang Gusti!” wangsulanipun merak tanpa linandhesan raos umuk.“Supaya wuluku bisa dadi kaya wulumu, piye carane?” pitakonipun Kancil.
“Tangeh lamun, Cil! Aku-kowe ki mung saderma nglakoni. Apa kang dadi peparinganing Pangeran kudu tinampa kanthi ati segara,” wangsulanipun Merak. “Karo maneh kabeh sing tememplek ana saranduning badan iki, mesthi piguna marang awake dhewe. Kang ana ing aku ora durung mesthi ana ing kowe, semono uga kosok baline, Cil. Wulu soklatmu kuwi mesthi piguna tumrapmu!”
ananging Kancil sajak kemeren mirsani kaendahan wulunipun Merak. “Piguna apa?” Sasampunipun megeng napas sawetawis lajeng nggrundel, “Senajan piguna, nyatane wuluku letheg! Aku luwih bungah yen wuluku bisa kaya wulumu! Saben kewan ora sebah nyawang!” “Kuwi rak mung saka panggraitamu dhewe. Nanging ora kok, Cil!” aturipun Merak. “Sebab saben kewan ginaris dhewe-dhewe! Uga bab wulu! Wulu-wuluku kaya ngene, wulu-wulumu kaya ngono, wulune Macan, wulune Gajah, lan sato kewan liyane ora ana sing padha!”
Senajan kathah-kathah Merak anggenipun ngandhani, ananging mboten saged mbendung pepenginanipun Kancil nggadahi wulu kados wulu Merak. “Sakarepmu anggonmu kandha, Rak! Mung aku njaluk tulung supaya aku bisa nduweni wulu kaya kowe!” aturipun Kancil setengah meksa.
Merak gedheg-gedheg gumun kaliyan kekarepanipun Kancil. “Saupama bisa, terus mengko kowe dadi kewan apa?” pitakonipun Merak.“Kewan apa wae terserah sing arep ngarani! Mung kira-kira bisa ta, Rak?” pitakonipun Kancil mboten sabar.“Bisa wae, nanging mung imitasi! Pasangan!”“Ora masalah!” Kancil bingah. “Ndang dipasang!” panyuwunipun kesesa.“Ya sabar, Cil! Aku kudu nglumpukake bodholane wuluku lan wulu-wulune wargaku.” “Terus kapan?” “Udakara rong mingguan.” “Tak tunggu, Rak”. Wangsulanipun Kancil lajeng nerasaken lampahipun. Merak naming mirsani kanthi mesem, “Cil, Kancil. Yen duwe kekarepan kok ngudung, tanpa metung tuna lan bathine. Kudu tak udaneni kekarepane, ngiras kanggo menehi piwulang marang dheweke”. Ngantos dinten ingkang sampun dipunjanjekaken, enjing-enjing Kancil sampun dugi omahipun Merak. “Piye, Rak? Iki wis rong minggu!” “Beres!” Wangsulanipun Merak sinambi nata wulu-wulu ingkang sampun dipunkempalaken, “Gilo! Wulu-wulu wis mlumpuk, malah wis dakdhewek-dhewekake! Wulu awak, wulu swiwi, wulu buntut, aku uga wis golek tlutuh wit karet barang minangka kanggo nemplekake ing badanmu!” “Wis gek ndang dipasang nyang awakku!” Aturipun Kancil sinambi lenggah dhingklik sacelakipun Merak. Merak lajeng ngoser-oseri sedaya kulitipun Kancil ngagem tlutuh karet.
Bareng kawawas mboten wonten ingkang kantun keri, baka setunggal Merak nemplekaken wulu-wulu kados kebetahanipun. Wulu gulu ditemplekaken ing gulu, wulu awak ing awak, wulu sikil ing sikil, dene wulu buntut ugi dipunpasang ing buntutipun Kancil. Sedinten natas, sedaya wulu sampun kapasang. ”Rampung, Cil,” criyos Merak mesem. “Kae ana pengilon, ndang ngiloa!” Kancil lajeng ngilo. “Iki sing dakkarepake!Aku bakal dadi salah sijining kewan kang paling endah!” “Bener kandhamu, Cil. Tur ora ana sing madhani!” Merak mbombong. “Mung aja nganti kaendahan mau malah ngreridhu lakumu”, merak ngemutaken.“Ngreridhu piye? Wong apike kaya ngene kok ngreridhu.” “Lho, wulu-wulu kuwi mung templekan. Cetha bakal ngebot-eboti awakmu!”Kancil lajeng pamitan.
”Wis, Rak. Aku pamit! Lan nedha nrima awit saka kabecikanmu, aku selak pengin mamerke kahananing awakku saiki!” “Sing ati-ati, Cil,” pituturipun Merak kaliyan nguntapaken Kancil medal saking omahipun, Kancil mlampah lon-lonan. Bocongipun digidal-gidulaken, ancasipun supados saget mameraken wulunipu ingkang sae tur edi. Saben ketemu sato, Kancil tansah mesem sinambi aruh-aruh sombong. Dene ingkang dipunaruhi ugi gentos mesem, ananging esemipun esem geli. Geli amargi mangertos kahanan ingkang mboten lumrah. Ananging tumrap Kancil esem kala wau dipun tampi benten, “Kabeh kewan padha kesengsem lan kepincut karo aku,” aturipun jroning ati. Ananging sengsem, edi, lan endah wau mboten dangu. Lajeng tlutuh karet wau garing, kulitipun Kancil dados kaku nyekengkeng. Saengga sikil, gulu, lan buntutipun angel diobah-obahake. Kancil naming saged njegreg ngececer, mboten saged mlampah.“Tulung! Tulung! Tuluuung!” pambengokipun Kancil sasaged-sagedipun. “Ana apa, Cil?” pitakonipun Merak mireng pambengokipun Kancil.“Gage tulungana aku, saranduning badanku angel diobahake!” “Kabeh wulu sing nemplek ing awakmu kudu dicopot kabeh, kowe gelem?” “Gelem, Rak!” Kancil nglenggana marang punapa ingkang sampun dipuntumindakaken. Piyambakipun emut menawi sedaya paringanipun Gusti mono kedah tansah dipunsyukuri. Apik, edi, lan endah tumraping sesawangan saged ngganggu utawi mbilaheni.
Alon-alon, Merak mbubuti wulu ingkang kebacut kraket wonten badanipun Kancil. Senajan ngraosaken perih amargi sebagian kulitipun wonten ingkang katut thethel, Kancil naming mringis-mringis kaliyan ngempet sakit, mboten sambat. Ndhadha tumindakipun ingkang salah amargi naming nuruti karepipun piyambak, tanpa metung tuna lan bathinipun.
ANALISA
1. Syukur kaliyan paringanipun Gusti.
2. Migunakaken paringanipun kala wau kanthi sae.
3. Njagi punapa kemawon ingkang sampun dipun paringaken Gusti.
4. Ampun naming nuruti karepipun dhiri tanpa metang tuna lan bathinipun.
Piwulang wonten ing inggil punika leres banget. Kula panjenengan sedaya kedah matur nuwun kaliyan paringanipun Gusti. Gusti allah punika Maha Mangertos kaliyan ciptaanipun. Syukur punika pancen angel, buktinipun kathah tiyang ingkang mboten saged syukur kaliyan perangan awak ingkang sampun dipunparingkaen Gusti. Rambut kriting dipunlurusaken, irung pesek dipunsuntik silikon supados mancung, kulit ireng dipunputihaken ngagem obat, lsp. Tiyang kados kala wau, mboten metungaken tuna lan bathinipun. Kamangka tunanipun punika langkung kathah lan langkung mbebayani. Obat kagem pelurusan punika saged ndamel rambut rusak, silikon punika menawi ngempal wonten ing awak mbebayani, lsp.
Amargi punika mangga kula panjenengan sedaya syukut kaliyan paringanipun Gusti Allah. Ayu punika mboten kemawon saking rupa, ananging ati ingkang ayu punika langkung dipunremeni tiyang kathah.
Kancil lan merak punika nggambaraken tiyang kalih ingkang gadhah sipat benten sanget. Merak ingkang narima lan saged syukur lan njagi paringanipun Gusti. Menawi kancil punika tiyang ingkang mboten gadhah “kepercayaan diri utawi pede”. Mirsani kaendahanipun wulu merak, kancil kepengin kados merak. Lajeng kancil nyuwun supados ditpuntempleki wulu kados wulunipun merak. Kancil ngaros menawi wulu coklatipun mboten migunani lan awon. Kancil dereng saged syukur dumateng Gusti.
Merak nuruti mawon punapa pepenginanipun kancil. Lajeng awakipun kancil dipuntempleki wulu merak ngagem tlutuh karet. Sasampunipun dipuntempleki, kancil ngilo sejak bingah. Ngraos sampun ayu kancil mameraken wulu anyaripun kala wau kalih sedaya sato ingkang liwat.
Mboten dangu, tlutuh karet kala wau garing, akibatipun kulitipun kancil dados ngececer. Kancil nyuwun tulung, dening merak wulu kala wau dipuncopoti. Kancil naming saged nglenggara lan ngempet lara amargi kulitipun katut sekedhik-sekedhik.
“Milik katon melok”. Paribasan kala wau pancen trep kalih kahananipun kancil ingkang kepingin gadhah wulu kados merak tanpa mitung tuna lan bathinipun. Kancil mboten mikiraken akibat ing wingkingipun. Kancil naming mikir menawi kancil gadhah wulu kados merak, mesthi sedaya sato gumun lan muji. Ananging kancil mboten mikir wulu kala wau kedah dipuncopot amargi tlutuh karet sampun garing lan ngecenceng.
Sejatosipun punapa paringanipun Allah punika sampun trep lan nggadahi guna piyambak-piyambak. Dados syukuri, ginakaken, lan jagi unpa kemawon ingkang sampun dipunparingaken Gusti. Gesang bakal langkung nyenengaken lan migunani.
BAB III
PENUTUP
Pepuntaning Rembak
Saking cariyos kala wau saget dipunpendhet piwulang :
1. budi pekerti punika migunani sanget kagem gesang wonten alam donya. Kados wonten ing sekar kinanthi:
Kang aran berbuden luhur
Dudu pangkat dudu ngelmi
Uga dudu kepinteran
Lan dudu para winasis
Apa maneh kesucigihan
Nanging mung sucining ati
Leres menawi sapunika basa jawi dipunlebetaken wonten ing kurikulum, amargi piwulangan basa jawi punika kathah ajaran budi pekertinipun. Utamanipun wonten ing wayang.
2. kula panjenengan sedaya kedah njagi kasucining athi lan dhiri.
3. syukur dumatheng punapa kemawon paringanipun Gusti lan ngrawat lan migunakaken kanthi sae.
DAFTAR KAPUSTAKAN
Irawan, dkk. 2005. Kulina Basa Jawa. Klaten: Intan Pariwara.
Notopertomo, Margono. 2004. Pakartitama. Klaten: Sahabat.
www.masqodir-smanda.blogspot.com
Kamis, 06 Agustus 2009
Bersih Dusun ing Wuyantoro Lor lan Wuryantoro Kidul
Ing wektu kang padha, ing Lingkungan Wuryantoro Kidul ugo nganakake Acara Bersih Dusun. Acara kasebut dipusatke ing daleme Bapak Sakiman (Kaling Wuryantoro Kidul) diramekake kanthi hiburan Band kang nampilake band soko ing tlatah Wuryantoro Kidul, mligine saka perkumpulan RT lan RW ing Lingkungan Wuryantoro Kidul. Tembang-tembang kang dinyanyekake akeh-akeh soko tembang kenangan koyoto : Koes Ploes, The Mercis, Pambers, lan soko group musik lawas kang isih kepenak dimirengake. Kajaba soko kuwi uga ana tembang-tembang anyar kang nyengsemake ati.
Kabeh mau minangka nguri-uri budaya bangsa lan nglestarekake adat pakulinan piyantun sepuh dek jaman ing uni. Dak kiro iki jumbuh kalyan panemune pamarentah kang tetep nglestarekake adat budaya ketimuran, kang tansaya suwe wiwit ditinggalake dening para generasi mudha. Generasi sakiki upama ditakoni marang seni budaya jawa dak kira arang banget kang mangerteni utawa bisa ngecakake. Kayata wiwit saka kang luwih gampang nulis aksara jawa wae saiki bocah-bocah kangelan, apa maneh biso beksa(tari) syukur nganthi nabuh karawitan.
Mulo mumpung durung kasep lan kliwatan jaman, marang anak didik/putra wayah kita wis wiwit dikenalake Budaya Jawa. Ing SD jaman mbiyen, iku duwe sak pangkon Gamelan, saiki gamelan mung kari pajangan ing museum, swarane saiki malih dadi ing kaset utawa CD, iki banget nrenyuhake tumrape kita piyantun Jawi.Opo maneh bab seni beksan utawa padhalangan, bocah saiki arang kang apal jeneng-jeneng wayang lan asal negarane, idolane wus gumanthi film-film saka manca negara koyo batman, superman, teletubies, catdog, spongebob, lan sak panunggalane. Uro-uro (rengeng-rengeng) kang bisa kanggo ngancani naliko arep mapan turu, saiki wis gumanti karo lagu-lagu hip-hop, rock, lan sakpanunggalane. Lan isih akeh maneh kang gumanthi lumantar wolak-waliking jaman iki.
Iki minangka wacana tumrap kita sadaya, amrih ana kawigaten marang budaya jawa kang adhi luhung puniki. Mekaten mugi handadosna kawuningan.
hipnotis Gentayangan Ing Karang Padesan
Kaya kang kedadeyang ing sacedake desa wewengkon kelurahan Mojopuro, ono sakwijine sedulur tani kang lagi duduh (matun) ing alase dhewekan (ijen) ditekani wong kang nyolowadi, wong mau nakokake kok mung ijen opo ora wedi. Terus ngobrol ngalor ngidul wekasane takon opo duwe kuningan (mas-masan). Diwangsuli ora duwe (tapi sedulur tani mau wis terpengaruh hipnotis kanti bujuk rayu) tapi wong mau ngerti yen duwe ali-ali. Diwangsuli maneh ora iso dicopot, wong ponakane wae nyopot ora iso saking sesak, mekso wong mau arep nyoba nulungi nyopot. Akhire iso dicopot terus diomongi ali-ali mau bisa kanggo sarat nyuburke tandurane, banjur di ubengke pojok-pojok galengan akhire dibungkus godhong jati. Bungkusan mau diwenehke mbok sedulur tani mau kapurih nyimpen sauntoro dina supoyo ojo dibukak dhisik, lan wong mau banjur nggeblas lungo. Bareng tekan ngomah mbok mau sadar yen diblituk wong, ali-aline ilang digondhol wong sing bubar nemoni ono sawah mau.
Seje maneh ing Ngh, Eromoko iki oknume wis wani mlebu ngomah lan hipnotis sing duwe omah. Critane mangkene, omahe lik S sing bebakulan bumbon lan marung ing desa mau wengine lungo arisan. Lha sing tunggu omah sisihane yo iku lik K kang nembe nandang gerah, diweling karo lik S: “yen mengko ono wong dodog-dodog lawang yen dudu aku ojo mbok bukake”. E... ora let suwe ono wong dodog lawang kanthi suworo banter : “tumbas lek!!”. Lha lik K mau rumongso ono sing arep tuku yo mekso mbukak lawang, bareng karo dicakne hipnotis mau lik K ngongak menjobo lha kok ora ono uwong (rumangsane lik K mau) banjur ditunggu wae karo lik K lungguh ono kursi cedak lawang mlebu nganti bojone teko. Bareng teko, takon opo ono wong moro? Dijawab jare ono wong arep tuku bajur ditoni kok ora ono terus ditunggu ono ngarep lawang. Lik S mau banjur niliki barang-barange, dhuwit oleh bebakulan sedino banjur ditiliki, amarga mau isih disimpen ono laci. Lha kaget ditiliki dhuwit Rp. 300.000,- sing sakgepok kok ora ono, lik S tambah deg-degan banjur niliki liyane. Ojo-ojo barang liyane katut ilang, TV, lan barang aji liyane ditiliki mboko siji, jebul isih utuh, dadi mung njupuk dhuwit telungngatus ewu mau thok.
Iki Crito kanggo para warga kang durung menangi kedadeyan iki supaya luwih setiti ngati-ati lan waspodo, supaya ora ono kedadeyan aksi hipnotis marang warga masyarakat sakupenge kita. Mula ayo ditingkatke kesadaran awake dhewe kanthi njogo ketentraman lan keamanan masyarakat. Ojo gampang kapilut dening wong kang durung dikenal, lan tetep ningkatake iman lan takwa marang Gusti ingkang akarya jagad, supaya tinebihna memala lan bebaya kang bakal teka.
asal usule sapi
1. Bos Indicus (Zebu : Sapi sing ono punuke)
Sapi jenis iki sing akeh kasebar ing India lan akhire ugo ngrambah nang daerah2 liyane, Afrika, Amerika,Australia, Asia tenggara kalebu ing Indonesia. Ing Indonesia sapi seko keturunan Zebu iso di ngerteni ing antarane : Sapi Ongole lan peranakane , ugo sapi brahman.
2. Bos Taurus.
Bos Taurus yaiku bangsa sapi kang nurunake bangsa2 sapi potong lan sapi perah ing kawasan Eropa. Golongan sapi iki ugo akhire nyebar nang daerah liyo-liyane sing paling akeh ing Amerika, Australia, lan selandia Baru. keturunan Bos Taurus iki ugo wis akeh dikembangake para peternak ing Indonesia ,kayatha: aberdeen angus,hereford, shorthorn, charolais, simmental,limousin.
3. Bos Sondaicus (Bos bibos)
Golongan sapi iki dadi nenek moyange Sapi asli bangsa2 sapi ing Indonesia. Jenis Sapi iki termasuk keturunan banteng (bos bibos), keturunan sapi bos bibos iso dikenali kanthi akeh sing diternak turun temurun lan diperkirakake para ahli ono persilangan karo jenis Bos indicus sing ndadeake jenis2 sapi kang saiki kasebar ing Nuswantoro, ono : sapi bali , sapi madura , sapi jawa, sapi sumatra lan sapi lokal liyane.
Dadi sapine mbah Merto,sapine mbah Mangun lan sapine lik Paino kae isih keturunan seko banteng.
gambar saru
Wong-wong sing wis dicekel iku, salah sijiné (inisialé MI) dianggep nikelaké adegan sirkus ambèn utawa karonsih-é antarané Mbak DI sing penggawéané dadi SPG kalawan pasangané, yaiku Mas J. Niyaté pancèn arep kanggo dhéwé minangka kenang-kenangan kumpul keboné wong loro kuwi. Nanging, jebulé kok ora mung siji?
Pulisi duwé keyakinan yèn cacahé VCD ana nenem (6) sèri, kanthi bintang pilem gonta-ganti, jalaran Mbak DI wis kondhang kawentar duwé akèh pasangan kanggo olahraga kethèk-kethèkan. Nanging, piyé satenané sumangga kita nunggu asilé Pak/Bu Pulisi saka Polrès Karanganyar anggoné nyambut gawé.
Bakuné, kadadèyan iku bisa kanggo kaca pengilon kita kabèh. Jaman saiki, vidéo rékorder wis murah regané, paribasan sapa waé kuwat tuku yèn niyat nduwèni. Semono uga sing jenengé handphone, sing rega murah waé wis nganggo fasilitas bisa ngrekam vidéo. Teknologi sansaya maju lan lumrah, uga sansaya murah. Panggonan ngèdit gambar vidéo ya wis ngembyah, malah saben duwé komputer sing ana Windows-é wis ana fasilitas kanggo ngèdit gambar, foto utawa film vidéo.
Sing miturut aku dadi luwih perlu dibiyawarakaké marang kanca, sedulur, tangga teparo lan liyan-liyané, yaiku babagan keluwihan (uga kekurangané) téknologi jaman saiki. Waton barang èlèktronik sing digawé kanthi dhasar-dhasar komputer, kabèh sing wis kerekam bisa dilacak sanajan file asli wis dibrusak saka kertu mémori utawa harddisk.
Adol handphone sing wis tau kanggo ngrekam adegan tumpak-tumpakan, umpamané, kudu ngati-ati. Sawayah-wayah, rekaman iku bisa diceluk manèh sanajan wis diilangi saka kertu mémori kanthi teknologi kang diarani file recovery. Kanggo njagani, mbokmenawa ana bakul handphoné sing kurang ajar golèk-golèk gambar saru. Tukang ngèdit gambar vidéo uga kudu diwaspadani, timbang njalari mlebu mbui.
Mula, yèn pingin becik, ya ora perlu ngrekam adegan sing sejatiné mung pantesé dirasakaké pénaké timbang dadi perkara ing tembé mburiné. Wis awaké wirang, keluargané mèlu katut nyangga isin, lan sapanunggalané.
Jumat, 22 Mei 2009
pendapatan kebumen
"Target sebesar Rp 1,5 miliar tersebut sebenarnya tak berlebihan, karena pemasangan target adalah untuk memacu semangat kerja kami. Kami sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencapai target itu, namun bila tak mencapai target harus dievaluasi untuk dicari penyebabnya," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparsenibud) Kebumen, Drs H Air Mas, di ruang kerjanya, Senin (12/1).
Pendapatan tersebut diperoleh dari 8 objek wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, masing-masing Gua Jatijajar, Pantai Logending, Gua Petruk, Pantai Karangbolong, Pantai Petanahan, Waduk Sempor, Pemandian Air Panas Krakal dan Waduk Wadaslintang. Di antara 8 objek itu, Gua Jatijajar mendapatkan pemasukan tertinggi, mencapai Rp 534,226 juta atau 74,57 % dari target sebesar Rp 716,335 juta. Di posisi kedua adalah Pantai Logending dengan pemasukan sebesar Rp 299,48 juta atau 95,07 % dari target sebesar Rp 315 juta dan Pantai Petanahan dengan pemasukan Rp 173,593 juta atau 74,71% dari target sebesar Rp 232,35 juta berada di posisi ketiga.
Selain berasal dari 8 objek wisata itu, pendapatan juga berasal dari objek-objek wisata musiman atau objek wisata yang dikelola oleh desa setempat seperti Pantai Suwuk, Pantai Bocor, Pacuan Kuda Ambal dan lainnya. Pemkab Kebumen mendapatkan bagi hasil dari pemasukan ke objek-objek wisata musiman tersebut. Bagian untuk Pemkab Kebumen pada tahun 2008 dari objek-objek wisata musiman itu mencapai Rp 25,03 juta. Kemudian, Pemkab Kebumen juga mendapatkan bagi hasil dari Benteng Van der Wijck yang dikelola oleh swasta sebesar Rp 10,50 juta. Sedangkan pendapatan dari penyewaan kios, penginapan dan tanah di lokasi objek sebesar Rp 37,504 juta.
Setelah merampungkan tugas untuk tahun anggaran 2008, Disparsenibud Kebumen mematok target tahun 2009 sebesar Rp 1,6 miliar atau di atas target 2008. Di tengah persaingan ketat antar-daerah di era otonomi daerah saat ini dalam memasarkan objek-objek wisatanya, menurut Air Mas Kebumen akan berusaha mempertahankan ciri khas atau karakter asli objek yang dimiliki daerah ini, baik kondisi alamnya maupun tradisi masyarakat setempat. Konsep Disparsenibud dalam menjual objek wisata di daerah ini adalah dengan meningkatkan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan pengunjung dan memperbaiki kekurangan yang ada.
sudah 27.400 Wisatawan Kunjungi Goa Jatijajar
Dari data pengelola objek wisata tersebut, sejak Kamis (2/10) jumlah pengunjung gua Jatijajar lebih dari 27.400 orang. Angka ini jauh lebih banyak dari pengunjung di pantai Logending Ayah yakni 14.000 pengujung.
Pada hari Kamis (2/10) pengujung di Goa Jatijajar mencapai 6.000 orang, sedangkan pada Jumat (3/9) sekitar 12.000 pengunjung. Pada hari yang sama di Pantai Logending 6.744 dan 8.231 pengunjung, dan di objek wisata Goa Petruk 400 dan 680 pengunjung.
"Pengunjung yang datang didominasi dengan menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, serta dengan berombongan mengunakan truk," ujar Camat Ayah Tugiyono SSos kepada Suara Merdeka CyberNews, Minggu (5/10).
POTENSI PARIWISATA di Kebumen
Waduk Sempor adalah salah satu tempat wisata Kebumen yang terletak 5 km utara Gombong, tepatnya di Desa Sempor, Kecamatan Sempor. Waduk yang dibangun oleh warga Jepang ini adalah ”motor penggerak utama” pertanian daerah Kebumen. Pasalnya waduk ini dijadikan sarana irigasi pertanian bagi masyarakat Kebumen, khususnya bagi masyarakat Kebumen bagian barat. Lintasan penahan air yang panjangnya mencapai 2 km sangat cocok bagi pecinta olah raga. Sambil bersepeda santai melintasi lintasan ini di pagi hari atau sore hari, wisatawan dapat menikmati suasana yang segar yang dapat menghilangkan penat. Pecinta hobi memancing juga sangat cocok dengan tempat ini. Dengan ditemani angin sepoi-sepoi suasana memancing menjadi semakin menyenangkan. Warna air waduk yang memancarkan ketenangan membuat para pemancing semakin merasa nyaman melakukan hobinya.
Pantai Petanahan adalah salah satu pantai yang sangat diminati para wisatawan di Kebumen. Pantai ini terletak 17 km arah selatan
Gua alami mungkin hal yang umum untuk dijadikan tempat pariwisata. Memang banyak sekali gua yang ada di Kebumen Namun, ada dua gua yang sangat unik yang pastinya lain dari yang lain, yakni Gua Jatijajar dengan Gua Petruk.
Goa Jatijajar terletak di Kecamatan Ayah (maaf lho , tidak ada kecamatan Ibu), 23 km Selatan Gombong atau 42 km ke barat dari Kebumen. Di depan goa tumbuh 2 pohon jati , konon makanya disebut Goa Jatijajar. Patung-patung di dalam gua menggambarkan legenda Raden Kamandaka. Di Kawasan Obyek Wisata Gua jatijajar terdapat Gua Dempok, Gua Titikan, Gua Intan dan Gua Jatijajar satu paket. Di dalam Gua Jatijajar terdapat empat sendang yaitu : Sendang Mawar, Kantil, Jombor dan Puser Bumi. Apabila kita cuci muka di sendang Mawar kita akan awet muda, bila cuci muka di sendang Kantil akan meningkat derajatnya. Sendang Jombor dapat untuk wisata minat khusus Cave Diving dan di Sendang Puser Bumi orang percaya untuk Semedi.Gua Jatijajar terletak di kecamatan Ayah, 42 km ke barat dari Kebumen. Di dalam Gua Jatijajar terdapat sungai bawah tanah yang masih aktif. Dengan adanya empat buah sendang di bawah lorong utama. Empat sendang tersebut adalah Sendang Mawar, Sendang Kantil, Sendang Jombor, dan Sendang Puser Bumi. Menurut kepercayaan sekitar, bila membasuh muka di Sendang Mawar akan awet muda dan bila membasuh muka di Sendang Kantil akan meningkat derajatnya. Untuk mencapai keempat sendang tersebut tidaklah sulit karena jalan yang ada di dalam gua sudah dimodifikasi menjadi lebih mudah dilewati. Meski jalan di dalam gua sudah tidak alami lagi, tapi keindahan suasana dan lainnya masih sangat alami. Fasilitas di sekitar gua yang merupakan satu paket dengan tempat wisata Gua Jatijajar juga sudah begitu menarik.
Bagi Anda yang menginginkan wisata alami di lokasi gua-gua alami, gua Petruk bisa menjadi tujuan wisata Anda. Goa Petruk yag terletak di Desa Candirengga, Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Berjarak 15 km dari kota Gombong dan 25 km dari Kabupaten Kebumen.Luas areal wisata goa alami ini sekitar 0,51 hektar. Kondisi jalan menuju lokasi sudah beraspal dan mudah dicapai, kira-kira 25 kilometer dari Kota Kebumen. Pada jalur ini juga terdapat obyek wisata Goa Jatijajar dan Pantai Logending yang hanya berjarak beberapa kilometer.
Nama Goa Petruk berasal dari abdi setia Pendawa (lima satria) yang memiliki hidung mancung. Dalam goa ini mempunyai tiga tingkat bentuk stalagtit dan stalagmit yang indah. Air terjun yang indah di dalam goa seperti sabun yang berbusa. Bila masuk ke Goa Petruk kita akan melalui trap-trap tangga yang cukup indah.
Gua Petruk ini memiliki ruangan berbentuk horisontal, namun di kedalaman tertentu ada bagian yang basah, karena masih ada sungainya stalagtit dan stalagmit yang memukau. Hampir semuanya masih alami.
Selain itu ada batu yang bernama macan tidur, karena mirip bentuk macan yang lagi tidur. Kemudian ada juga batu kakek jenggot, berbentuk kepala kakek botak yang berjenggot, mirip logo sebuah minuman kesehatan. Ada lagi bebatuan yang mirip sarang telur.Gua Petruk terletak 7 km selatan Gua Jatijajar.Gua Petruk adalah gua alami yang masih alami yang di dalamnya terdapat ornamen-ornamen yang menakjubkan, diantaranya stalakmit dan stalaktit yang bentuknya menyerupai payudara, tugu pancuran, buaya putih, dan lainnya. Untuk menyusuri gua ini, wisatawan harus selalu mengenakan helm gua dan membawa lampu penerangan. Di dalam tengah gua terdapat satu tempat visualisasi alami yang dapat kita rasakan. Tempat ini disebut ruangan gelap abadi. Di sini wisatawan dibawa ke dalam dunia yang lain, yaitu dunia para tuna netra bila saat benda di tempat ini semua penerangan dimatikan. Di tempat inilah wisatawan dapat menemukan serangga yang telah berevolusi menjadi hewan buta abadi yang matanya telah berubah menjadi sensor motorik panjang berupa sungut. Aksi penelusuran gua yang mengharuskan wisatawan berjalan pelan, merangkak, memanjat, dan merayap menambah keasyikan penelusuran Gua Petruk. Dari pihak pengelola telah menyediakan fasilitas pendukung yaitu sepatu boot, helm gua dan headlamp bagi wisatawan yang tidak membawa alat penelusuran gua.
BENTENG VAN DER WIJCK
Terletak di kota Gombong, 21 km barat Kebumen. Dibangun pada abad ke 18 untuk pertahanan Belanda. Mudah dicapai dengan kendaraan pribadi atau umum. Terdapat fasilitas pendukung antara lain : Hotel, Restoran, Ruang pertemuan, kolam renang, rekreasi air, kereta mini, Panggung hiburan dan ruang seminar
Didalam benteng itu sendiri pengunjung bisa melihat beberapa foto dokumentasi seputar bentuk asli bangunan benteng saat ditemukan dan tahap-tahap pemugaran yang telah dilakukan terhadapnya. Ruangan-ruangan bekas barak militer, asrama, pos jaga bisa dilihat didalam benteng dan semuanya boleh dibilang dalam keadaan rapi dan bersih. Hanya saja sebuah papan pengumuman yang ditempel dibagian luar benteng berisi "Sebelum masuk benteng sebaiknya anda berdoa sejenak menurut kepercayaan masing-masing", sempat menimbulkan kerutan didahi saat membacanya karena berkesan seram. Mungkinkah pernah terjadi hal-hal diluar nalar yang menimpa pengunjung saat berada didalam benteng, seperti kesurupan ?
Benteng Van der Wijck sebenarnya dibangun pada awal abad 19 atau sekitar tahun 1820-an, bersamaan meluasnya pemberontakan Diponegoro. Pemberontakan ini ternyata sangat merepotkan pemerintah kolonial Belanda karena Diponegoro didukung beberapa tokoh elit di Jawa bagian Selatan. Maka dari itu Belanda lalu menerapkan taktik benteng stelsel yaitu daerah yang dikuasai segera dibangun benteng. Tokoh yang memprakarsai pendirian benteng ini adalah gubernur jenderal Van den Bosch. Tujuannya jelas sebagai tempat pertahanan (sekaligus penyerangan) di daerah karesidenan Kedu Selatan. Pada masa itu, banyak benteng yang dibangun dengan sistem kerja rodi (kerja paksa) karena ada aturan bahwa penduduk harus membayar pajak dalam bentuk tenaga kerja. Tentu saja cara ini membuat penduduk kita makin menderita apalagi sebelumnya gubernur jenderal Deandels punya proyek serupa yaitu jalan raya pos (Anyer – Penarukan, sepanjang l.k. 1.000 km), juga dengan kerja rodi.
Dilihat dari bentuk bangunan, pembangunannya sezaman dengan benteng Willem (Ambarawa) dan Prins Oranje (Semarang – kini sudah hancur). Pada awal didirikan, benteng dengan tinggi tembok 10 m ini diberi nama Fort Cochius (Benteng Cochius). Namanya diambil dari salah seorang perwira militer Belanda (Frans David Cochius) yang pernah ditugaskan di daerah Bagelen (salah wilayah karesidenan Kedu). Nama Van der Wijck, yang tercantum pada bagian depan pintu masuk, merupakan salah seorang perwira militer Belanda yang pernah menjadi komandan di Benteng tersebut. Reputasi van der Wijck ini cukup cemerlang karena salah satu jasanya adalah membungkam para pejuang Aceh, tentunya dengan cara yang kejam.Pada zaman Jepang, benteng ini dimanfaatkan sebagai barak dan tempat latihan para pejuang PETA.
Dilihat dari fisiknya, bangunan yang luasnya 3.606,62 m2 ini sudah mengalami renovasi yang cukup bagus. Sayangnya renovasi ini kurang memperhatikan kaidah konservasi bangunan bersejarah mengingat bangunan ini potensial sebagai salah satu warisan budaya (cultural heritage).Benteng Van Der Wijck adalah salah satu saksi sejarah yang mengingatkan bangsa
Geowisata Karangsambung terletak di Kecamatan Karangsambung 19 km di utara
Mengapa Karangsambung?
Panorama Alam dengan keindahan dan fenomena alamnya yang menakjubkan yang langka terdapat dimanapun di Indonesia, sehingga Karangsambung sebagai daerah tujuan “Wisata Minat Khusus Kebumian.
Daerah Karangsambung dan sekitarnya adalah tempat berhimpunnya beraneka ragam batuan yang mencul dari dalam perut Bumi. Para geolog menyebut lapangan geologi Karangsambung sebagai lapangan geologi terlengkap di Dunia. Ia merupakan jejak-jejak tumbukan dua lempeng bumi yang terjadi 117 juta tahun-60 juta tahun. Ia juga merupakan pertemuan lempeng Asia dengan lempeng Hindia. Daerah Lok Ulo merupakan lapisan pratersier tertua yang umurnya diperkirakan sudah 117 juta tahun.
Verbeek (1891), geolog Belanda, adalah orang yang pertama kali melakukan penelitiaan di sana. Akan tetapi hasil penelitian ini baru dipetakan secara geologi oleh Harlof pada tahun 1933. Sukendar Asikin adalah geolog Indonesia pertama yang mengulas geologi
daerah Karangsambung berdasarkan teori tektonik lempeng.
Paket wisata geologi tergolong wisata alam, hal ini sangat cocok untuk dinikmati sebagai penghilang kejunuhan sekaligus menambah Ilmu tentang Kebumian. Tidak hanya ditujukan bagi kalangan pendidikan, masyarakat umum pun dapat melakukan perjalanan wisata geologi di Kawasan Karangsambung. Paket Geowisata ini lebih menitik beratkan pada pengetahuan umum terkait dengan bukti-bukti geologi yang ada di kawasan karangsambung. Selain itu akan didapatkan pengetahuan pengetahuan dasar tentang Geologi, semisal pengetahuan tentang jenis batuan, singkapan batuan dasar samudera, pengetahuan tentang Kompas Geologi, dasar dasar pembacaan peta dan juga presentasi dari Staf Peneliti Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung.
Karangsambung merupakan objek andalan Kepariwisataan Khusus Kebumian(Geowisata). Karangsambung banyak dikunjungi oleh pelajar mulai Taman Kanan-kanak, SD, SLTP dan SLTA, selain hanya sekedar berkunjung menikmati pemandangan objek-objek geologi juga mendapatkan ilmu yang berkaitan dengan kebumian yang disajikan/dipresentasikan oleh Peneliti dan Pemandu Balai Informasi Dan Konservasi Kebumian Karangsambung - LIPI.
Disamping pelajar yang berkunjung, secara reguler mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi dan berbagai bidang ilmu/fakultas yang ada di Indonesia hingga kini melakukan pendidikan dan latihan geologi lapangan di Karangsambung, malah dari beberapa Perguruan Tinggi yang memiliki nama besar melakukannya hingga 30 hari.
Betapa pentingnya Karangsambung sebagai tempat pendidikan dan latihan geologi di Indonesia.
PENGEMBANGAN PARIWISATA
1. Peningkatan SDM
Pada bab kedua tadi sudah dijelaskan tentang potensi-potensi wisata yang ada di Kebumen. Melihat potensi-potensi yang ada sangatlah tidak mustahil bila objek-objek wisata Kebumen dijadikan objek wisata nasional bahkan dapat dijadikan objek wisata internasional. Namun, pengelolaan petensi-potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal karena sumber daya manusia yang ada di Kebumen belum bisa melakukan pemaksimalan pengelolaan potensi wisata yang ada. Hal inilah yang perlu dibenahi sejak saat ini.
Mendatangkan sumber daya manusia yang lebih unggul bukanlah keputusan yang buruk. Dengan adanya sumber manusia yang berbobot diharapkan pemanfaatan potensi wisata di Kebumen akan lebih maksimal. Dalam proses pemanfaatan potensi-potensi tersebut oleh petugas yang didatangkan khusus dari
Cara seperti ini sudah terbukti efektif dengan adanya bukti yaitu negara Singapura. Beberapa tahun lalu, kualitas sumber daya manusia Singapura masih rendah, kemudian pemerintah Singapura mendatangkan guru dari
2. Pengembangan Potensi Pariwisata
Setelah mendatangkan sumber daya manusia yang lebih ahli dalam bidang kepariwisataan, Pemerintah Kabupaten Kebumen tinggal melakukan pengembangan potensi-potensi wisata yang ada, misalnya potensi yang ada di Waduk Sempor. Pembuatan hotel di sekitar waduk sangatlah berpotensi untuk menambah ketertarikan para wisatawan. Dengan adanya hotel di sekitar waduk, wisatawan tidak perlu diburu waktu pulang. Pemandangan waduk di malam hari juga dapat dijadikan tempat romantis. Dengan penambahan lampu di sekitar waduk akan membuat suasana malam di waduk akan semakin elok.
Tidak hanya pembuatan hotel saja yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi pariwisata yang ada. Pemerintah juga dapat melakukan penambahan fasilitas pendukung di berbagai objek wisata. Misalnya dengan menambahkan permainan-permainan dan fasilitas pendukung yang unik dan menarik di Pantai Petanahan, seperti penambahan tempat mandi/MCK, tempat ibadah, serta restoran sederhana. Pembangunan tempat pedagang yang diatur oleh pemerintah juga dapat dilakukan. Selain menguntungkan bagi para pelanggan karena tempatnya cukup terawat, pemerintah juga mendapatkan konstribusi dari para pedagang serta keindahannya pun dapat terjaga.
Perluasan jalan raya utama dan penghijauan di sepanjang jalan sangat perlu dilakukan. Saat para wisatawan berada dalam perjalanan menuju tempat wisata pastinya wisatawan melirik kanan-kirinya sebagai penghilang jenuh menunggu sampai di tempat tujuan. Sungguh tidak lucu jika saat para wisatawan memandang keluar kendaraannya bukan penghilang jenuh yang didapat, tetapi malahan pemupuk kejenuhan yang didapatnya. Hal ini mendasari penghijauan dan pengindahan
Potensi yang ada saat ini dan belum dimanfaatkan secara maksimal adalah potensi wisata yang dimiliki Geowisata Karangsambung. Lahan yang cukup luas, keindahan alam yang menarik, serta relief tanahnya yang sangat beragam haruslah dimanfaatkan secara optimal. Misalnya dalam hal pemanfaatan lahan, pemerintah dapat melakukan pembangunan hotel yang lebih layak dan pembangunan tempat bermain yang unik mengingat tempat wisata ini sudah menjadi tempat wisata intenasional satu-satunya di Kebumen.
Berwisata tanpa adanya hidangan dan sovenir khas sama saja bohong. Tempat wisata kuliner harus diperbanyak dan disuguhkan dengan makanan khas Kebumen, bukan makanan impor dari daerah atau negara lain. Pastinya pengadaan tempat wisata kuliner ini dibagi di berbagai tempat wisata dengan makanan khasnya yang beragam pula. Dan setelah menyantap makanan khasnya, haruslah wisatawan ditarik untuk membeli souvenir cantik khas Kebumen. dalam hal ini, secara tidak langsung pemerintah memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar tempat wisata.
PENUTUP
1. Kesimpulan
· Potensi wisata Kebumen sangatlah tinggi untuk dijadikan wisata nasional maupun internasional.
· Pengelolaan tempat wisata di Kebumen masih sangat kurang, dilihat dari kurangnya minat wisatawan yang datang.
· Keindahan dan keunikan objek-objek wisata di Kebumen tidaklah kalah dengan objek wisata nasional dan objek wisata internasional yang sudah ada.
2. Saran
· Pemberdayaan dan pemanfaatan sumber daya alam yang ada perlu segera dilakukan mengingat semakin ketatnya persaingan wisata di
· Pemerintah harus semakin memperhatikan seni dan budaya khas Kebumen yang saat ini mulai dilupakan oleh masyarakatnya.
· Penanaman paham cinta terhadap daerahnya sendiri perlu ditingkatkan agar pengenalan dan pembangunan daerah wisata dapat lebih meningkat.









